Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Sunday, June 22, 2014

Jurang Gatuk Nganjuk

Mungkin sebagaian besar masyarakat kota nganjuk tidak tahu tempat apa itu, karena tempat ini berada di tempat yang tidak terlalu populer di telinga masyarakat nganjuk. karna itu saya akan membagikan ini untuk menambah wawasan anda tentang nganjuk, khususnya tempat yang bisa anda di kota nganjuk.

jurang gatuk adalah sebuah jurang yang menyempit dan di aliri oleh air yang jernih dari atas kebawah, disana juga ada kolam yang masih alami dan airnya juga jernih. dan tempat ini hanya di ketahui oleh orang orang setempat yang ada di sekitarnya. jurang gatuk ini memiliki jalan yang menanjak dan menurun yang hanya bisa di lewati dengan berjalan kaki. jika anda ingin kesini harus menempuhnya dengan jalan kaki, tidak memungkinkan jika kita menggunakan kendaraan untuk tiba disana.

tempat ini sering kali di jadi salah satu rute yang digunakan oleh para pemuda pemudi untuk melakukan napak tilas, karena tempat ini masih dalam kawasan daerah pegunungan, itulah yang membuat jalannya menjadi naik turun dan terasa berata untuk ditempuh.

jika anda ingin melihat keadaan disana tempatnya ada di desa Gondang kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. yang pasti tempat disana masih alami dan lestari.

Friday, March 21, 2014

Kang Mas Mbak Yu Menuju Raka Raki Jawa Timur

Raka raki jawa timur dalam hitungan jam akan di mulai, para peserta pun bersiapsiap sebelum hari itu datang. Saya sebagai warga nganjuk saya mendukung penuh Kang Mas dan Mbak Yu dari dari nganjuk untuk tampil menjadi pemenang di Raka Raki Jawa timur.

Dengan wawasan yang luas Kang Mas Dan Mbak Yu dari nganjuk saya yakin akan mendapatkan gelar Raka Raki tersebut. Meskipun duta wisata dari luar kota nganjuk juga ada yang lebih berwawasan, tapi anak nganjuk tidak akan melepaskan Gelar raka raki tersebut.

Perjalanan yang di tempuh untuk menembus ke Raka Raki jawa timur tidaklah mudah, mereka harus memenuhi ujian yang yang di berikan dan di beri berbagai pertanyaan tentang Budaya dan wisata yang ada di jawa timur, sehingga semua peserta harus mempunyai wawasan yang sangat luas tentang jawa timur.

Buka hanya wawasan yang luas tetapi juga mental yang kuat untuk berdiri di panggung tersebut. Tidak lah mudah untuk berdiri di hadapan para juri dan dan ribuan penonton dari berbagai plosok di jawa timur.


Raka Raki jawa timur akan akan di selenggarakan di Padaan Surabaya Pada tanggal 22 Maret. Yang juga di tanyang live di JTV pukul 19.00 WIB.

Thursday, March 20, 2014

Tari Salepok

Percaya atau tidak kota nganjuk kota yang kaya akan budaya dan berbagai tempat wisatanya, budaya yang terkenal dari nganjuk adalah seni tarinya. Salah satu tari yang disukai banyak orang adalah tari Salepok.

Tari salepok ini sebenarnya sudah lahir sejak indonesia masih dalam penjajahan belanda yang ciptakan oleh pengamen yang bernama salepok, dan ini adalah pekerjaan setiap harinya, berkeliling kampung untuk menghibur semua masyarakat dengan bermodalkan gendang untuk mengiringinya menari. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, banyak orang yang mengundangnya untuk menarikan tariannya.

Tari salepok ini berasal dari kecamatan Baron, Nganjuk.tari salepok ini di perankan berpasangan laki laki dan perempuan. Tari Salipuk adalah Tari Tayub yang dikembangkan yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk. Seni tari ini menonjolkan keindahan dan kelembutan para penari dalam setiap gerakan yang di tampilkan. Tari ini cocok di perankan oleh semua kalangan, tapi yang sangat cocok untuk menampilkan tari salepok ini adalah anak SMA. Karena tari salepok ini bertemakan pergaulan dan percintaan antara sepasang kekasih.


Kostum yang di pakai dalam menarikan tari salepok adalah memakai baju kemben, memakai sempur, dan make-upnya alisnya dibentuk mangot dan pengot, memberi celak, memberi bayangan mata, memberi pemerah pipi, memberi aisedo, memberi pemerah bibir, diatas kemben memakai lulur, memakai sanggul tengkuk, membawa sintingan mawar di kepala masing-masing 2 buah, menggunakan perhiasan dan aksesoris khas lainnya, agar penari perempuan wajahnya terlihat fresh.

Tuesday, March 18, 2014

Air Terjun Sedudo

Tahu kah anda ? bahwa mitos mandi disedudo adalah bisa awet muda da beroleh berkah tampaknya telah melekat dengan keberadaan air terjun sedudo yang berada di ketinggan 1.438m dpl, -+.30 km kearah selatan kota nganjuk. air terjun sedudo terletak didesa ngliman kecamatan sawahan, nganjuk jawa timur merupakan salah satu dari 10 air terjun tertiggi di indonesia dengan ketinggian 105m. air terjun sedudo memopunyai pemandangan yang elok dan panorama yang memukau, ditambah dengan keindahan dari gunung wilis yang masih alami dan mempunyai hawa yang sejuk membuat kawasan sedudo ini menjadi sangat menarik untuk dikunjungi keluarga maupun seoeang petualang. jelajahilah pula beberapa air terjun yang ada di dekat sedudo ini contohnya air terjun singo kromo, air terjun yang ada dibawah sedudo. tak heran kalau gunung wilis mempunyai julukan yaitu " gunung dengan beribu air terjun ".



kemuadian akses jalan yang digunakan untuk menuju sedudo lumayan baik dan berbagai sarana akomodasi maupun fasilitas lain juga cukup baik, rasanya sayang sekali jika kawasan wisata airterjun sedudo ini telah dilewatkan dari jadwal berwisata anda di kota nganjuk anda. 



air terjun sedudo ini juga telah meraih berbagai penghargaan dalam anugrah wisata jawatimur tahun 2011 untuk ketegori obyek wisata alam. disekitar kawasan ini pun banyak di jumpai berbagai pusat pembudidayaan bunga mawar.

Monday, November 25, 2013

Upacara Jamasan Pusaka

JAMASAN PUSAKA kebudayaan yang berasal dari nganjuk yang turun temurun terus diwariskan oleh nenek moyang dari nganjuk tepat di desa ngilaman.upacara ini adalah upacara yang ditujukan untuk mesucikan, membersihkan dan merawat pusaka – pusaka bersejarah dan di anggap bertuah yang disimpan di gedung pusaka desa ngliman. Air yag digunakan untuk membersihkan pusaka adalah air yang diambil dari sedudo secara khusus, karena air terjun sedudo di yakini suci dan berkhasiat. Upacara ini dilakukan di gedung pusaka desa ngliman kecamatan sawahan, nganjuk.




Upacara ini hanya dilakukan di bulan suro (penanggalan jawa), dan upacara ini di tetapkan oleh pinisepuh setempat hanya dilaksanakan di antara 3 macam hari, yaitu jum’at legi, jum’at wage, senin wage. Dalam acara ini dilakukan serangkaian acara seperti prosesi kirab pusaka dan gunungan, selamatan dan tarian budaya.

Thursday, November 21, 2013

Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis

Kota nganjuk punya banyak tempat bersejarah, Apakah anda pernah mendengar tentang Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis sebagai tempat sembahyang orang yang beragama hindu dan juga salah satu dari tempat wisata yang ada di kota nganjuk .pura ini terletak di kaki gunung wilis tepatnya Dusun curik Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Ngajuk, Jawa Timur. Pemeluk agama hindu di dusun ini sudah ada sejak dulu, mereka merupakan sisa-sisa dari jaman kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Prabu Airlangga. Ada 114 kepala keluarga di Dusun Curik, yang terdiri dari 500 jiwa, menjadi pemeluk agama Hindu. Mereka hidup rukun berdampingan dengan pemeluk agama lain yang bertempat tinggal di dusun-dusun sekitarnya.
Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis merupakan Pura Penyawangan dari Candi Sapto Argo yang berada di puncak Gunung Wilis yang merupakan pemujaan Dewa Wisnu, Dewi Sri dan leluhurnya. Umat Hindu di Desa Bajulan setahun sekali naik ke puncak Gunung Wilis untuk melakukan bersih-bersih dan merawat Candi Sapto Argo sekaligus bersembahyang. Di sekitar Candi Sapto Argo terdapat situs-situs, sedangkan arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri yang ada di Candi Sapto Argo telah hilang dicuri. Sesepuh-sesepuh umat Hindu yang ada di Desa Bajulan meyakini bahwa di sekitar Candi Sapto Argo terdapat lima prasasti dan yang telah ditemukan hanya tiga prasasti. Ketiga prasasti tersebut dipahat pada batu-batu yang besar yang hingga kini belum ada penelitian yang dilakukan di Gunung Wilis. Sementara itu, umat Hindu di Desa Bajulan juga tidak bisa membaca isi dari prasasti tersebut karena ketiga prasasti tersebut ditulis dengan simbol-simbol seperti lingkaran, tanda silang, jalan, air terjun dan lain-lain. Posisi ketiga prasasti itu berada pada tiga titik yang membentuk-bentuk segi tiga, yang berada pada lereng sebelah timur, pada lereng bagian
tengah dan pada lereng sebelah barat dari Candi Sapto Argo. Di lereng-lereng Gunung Wilis terdapat tempat-tempat pertapaan, terutama di lereng Gunung Wilis bagian tengah terdapat gua besar sebagai tempat bersamadhi. Lokasi Sapto Argo terdiri dari lima Mandala dan Candi Sapto Argo berada di tengah-tengah Mandala tersebut. Para sesepuh umat Hindu di sekitar Gunung Wilis tidak mengetahui secara pasti kapan berdirinya Candi Sapto Argo tersebut. Tetapi umat Hindu disana menemukan pajenengan di areal Candi Sapto Argo berupa Genta berhulu Triwikrama, Lonceng berhulu Narasingha, dan Pasepan di sekelilingnya berukiran empat dewa-dewa yang semuanya disimpan dan dirawat sebagai Pajenengan di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis.
Pohon Beringin merupakan pohon besar yang dianggap sakral bagi umat hindu. Pohon beringin memiliki banyak fungsi dalam ritual-ritual adat dan keagamaan, sehingga pada batangnya sering dililitkan kain kuning atau kotak hitam putih seperti yang di bali-bali gitu. dan kadang ada canang sebagai sesajen yg dihaturkan. Pohon beringin sering dijadikan tempat memuja? Awalnya saya mengira apakah umat hindu itu menyembah pohon? ternyata anggapan saya itu tidak benar. Kadang kalau kita sering melihat, mereka memberikan sesaji di pohon beringin, ternyata itu adalah sebuah wujud rasa syukur mereka terhadap kemurahan Sang Hyang Widi yang diberikan melalui pohon beringin, bukan berarti para umat hindu memuja pohon. 
Pohon beringin itu umurnya bisa mencapai ratusan tahun, dan ukurannya besar, memberikan banyak manfaat bagi manusia, salah satunya memberikan keteduhan. 
Kain hitam putihpun ini memiliki makna sendiri, warna hitam dan warna putih menggambarkan watak manusia itu sendiri, ada yang baik dan ada pula yang jahat. Kalau diperhatikan dalam sepotong kain ini, tidak hanya warna hitam dan putih saja yang terdapat didalamnya, namun juga ada warna abu-abu, itu juga merupakan penggambaran watak manusia yang tidak sepenuhnya sempurna baik, tetapi kadang juga memiliki pikiran jahat. 

Sunday, November 17, 2013

Nganjuk Wisata Budaya ( puisi )


Tampak kilau sinar perungai Dewi Sri
Meliuk gemulai awak yang berseri
Mata memandang mulut kian terbungkam
Dingin berpeluk pada aura pura (penonton)


Satu, tanpa kembar
Hanya  satu, tanpa sesuatu yang sama
Khas yang melekat pada citranya


Teriakan manfaat tanpa kata, bicara
Berjaya dengan aset budaya
Peninggalan purbakala
Ke indahan alam semesta
Terciptanya sapta pesona

NGAJUK PARIWISATA

Saturday, November 16, 2013

Wisata Waduk Kali Bening

Berwisata di Waduk Kali Bening Saradan Madiun bersama Raka dan Maya, kami bertiga sama sama pecinta fotografi, kami datang kesana untuk mencari hasil foto yang bagus. Lokasi waduk kali bening berada di perbatasan kota nganjuk dengan saradan. 
Kami bertiga berangkat dengan menggunakan motor, maya bersama raka dan saya sendirian . Kira-kira setengah jam udah nyampe ke di waduk kali bening. Kita bertiga hanya membayar Tiket masuk cuma 11rb aja....


Sampai sana kami langsung disuguhi oleh pemandangan air yang lumayan luas, sayangnya kami datang kesana saat airnya sedang surut. Kalau nggak muteri waduk serasa kurang afdhol. Disana banyak permainan buat anak-anak seperti outbond. Seringkali tempat itu digunakan sebagai tempat rekreasi oleh anak-anak TK.

Selama di sana kami mencari teman yang sekiranya menarik untuk difoto , dan kamera kami tidak pernah berhenti untuk memotret... hehehehehehehe :D
Disan banyak orang mancing! Mungkin karena perkerjaan mereka memancing,dan disini adalah tempatnya orang mancing. Tetapi lebih banyak lagi pemancing jika musim hujan, Jadi intinya di Kali Bening ini ikannya banyak! heheheheheheh..

Setelah capek muter muter di waduk kali bening kami nongkrong sebentar di warung yang ada di sana untuk mengurangi rasa letih, akhirnya kami pulang dengan membawa hasil foto yang bagus .  Rasa penat kami hilang karena disana Suasananya tenang. Soalnya ini bukan laut. Ini waduk. Semacam Sarangan gitu deh. Airnya tenang. 

Thursday, November 14, 2013

Monumen Dr Soetomo Di Kabupaten Nganjuk

Monumen dr. Soetomo yang terletak didesa Ngepeh, Kec. Loceret Kab. Nganjuk. Ditempat ini dr. Soetomo dipatungkan dalam posisi duduk di kursi, tangannya diletakkan diatas buku terbuka yang menggambarkan beliau seorang cendikiawan yang sedang menekuni dan memperdalam ilmu pengetahuan.di tempat ini juga beliau dilahirkan, dan kata seseorang (yaitu kerabat dari Dr.Soetomo) mengatakan bahwa dibawah patung Dr.soetomo itu terdapat ari-arinya. monumen itu dahulunya merupakan rumah neneknya.

Monumen dr. Soetomo berdiri diatas tanah seluas 3 – 4 ha, bangunan yang terdapat dikompleks ini ialah :
1.       Patung dr. Soetomo menghadap keselatan dalam posisi duduk dan sedang membuka buku, terbuat dari semen tinggi keseluruhan lebih 4 Meter, dibawah patung terdapat kata-kata bijak dari dr. Soetomo yang penuh nilai perjuangan. “Di Indonesia tempat kita, Disana tempat berjuang kita, Disana harus ditunjukkan keberanian. keperwiraan dan kesatriaan kita, Terutama sekali kecintaan kita pada nusa dan bangsa. Marilah kita bekerja disana. Ditanah tumpah darah kita”.
2.      Pendopo Induk dengan bangunan berbentuk joglo tanpa dinding berukuran 20 x 20 m, melatar belakangi Patung Utama dr. Soetomo. Bangunannya ini pada hari-hari tertentu dimanfaatkan untuk pertemuan-pertemuan organasasi kepemudaan kegiatan lain. Juga sebagai  tempat rekreasi bagi para pelajar.
3.      Pringgitan jumlahnya ada 2 buah bangunan, masing-masing berukuran 6 x 12 m. Terletak agak kebelakang samping kanan dan samping kiri bangunan Induk. Pringgitan disebelah timur terbuka (tanpa dinding), pringgitan sebelah barat menghadap ke selatan membujur timur barat dipergunakan sebagai museum benda peninggalan dr. Soetomo (dirintis Prof.dr.Moh. Ilias, Kepala UDF Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo Surabaya). Dari pintu selatan nampak foto  dr. Soetomo berukuran besar terletak diatas buffet, kanan kirinya terletak buku-buku yang berukuran tebal.
4.   Di sebelah selatan monumen Dr. Soetomo + 1 km, terdapat makam khusus keluarga besar R. Singowidjojo. Yang bersemayam dimakam khusus keluarga besar tersebut diantaranya adalah R. Singowidjojo (Eyang kakung Dr.Soetomo), R. AY. Soedarmi Soewadjipoetro (Ibu Dr.Soetomo), R. Hardjodipoero (Paman sekaligus Pendidik Dr.Soetomo), beserta kerabat dekat lain yang masih famili dengan Dr.Soetomo yang telah meninggal seperti Siti Nurjanah, Kyai Bunawi, Sugeng Ari Subuwono. Sedangkan ayah beliau yang bernama R. Soewadjipoetro dimakamkan di Madiun.
Diruangan bagian timur terdapat peralatan praktik  kedokteran penyakit kulit dan penyakit kelamin. Diantaranya:
1.       Trigator, yaitu alat untuk membilas saluran kemih penderita infeksi (1930).
2.      Alat pengobatan listrik untuk penyembuhan penyakit kulit.
3.      Meja (tempat pemeriksa) untuk pasien wanita.
4.      Peralatan medis.
5.      Meja kursi untuk menerima pasien.
6.      Almari untuk menyimpan obat-obatan.
Sebelah barat terdapat foto-foto kenangan dari dr. Soetomo serta foto-foto kegiatan lain yang dimuat dalam majalah dan surat kabar. Di dinding barat diatas rak foto tergantung .
Bangunan Monumen merupakan salah satu bentuk perwujudan dari sebuah penghargaan dari Negara atas jasa-jasa yang telah dilakukan seseorang yang dapat dikategorikan sebagai Pahlawan Bangsa.

Monumen Jendral Sudirman Di Kabupaten Nganjuk

Di desa Bajulan Kecamatan Loceret,Kabupaten Nganjuk Jawa timur terdapat Monumen Jenderal Sudirman. kurang lebih 22 Km arah selatan Kota Nganjuk.
Monumen di dirikan sebagai tanda bahwa di Desa Bajulan pernah di singgahi Panglima Besar Jenderal Sudirman selama 9 hari dalam rute perjalanannya memimpin perang gerilya melawan Belanda pada tahun 1949.


kurang lebih 3km dari monumen ini ke arah selatan kita dapati padepokan yang sekarang di jadikan Museum, yang penah digunakan sebagi tempat wudhu dan tempat perundingan serta tempat sholat yang pernah beliau pakai selama Beliau tinggal di desa Bajulan.
Untuk mengenang jasa beliau, selain didirikannya monumen. Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial dan Transmigrasi mengadakan acara rutin tiap tahun, yakni Napak Tilas Route Jendral Sudirman, yang rute tiap tahunnya memakai rute yang dipakai saat Beliau perang gerilya melawan Belanda.